
Distro Warnet Linux
Hingga saat ini banyak warnet linux yang menggunakan distro yang beraneka ragam, ada yang pakai zencafe, ubuntu, pclinuxos, opensuse dan masih banyak lainnya. Permasalahan utama dari terlalu beranekaragamnya distro yang di pakai adalah;
- User cenderung harus menyesuaikan diri lagi saat berpindah dari warnet linux satu ke warnet linux lainnya
- Susahnya support, karena harus menjangkau seluruh distro yang ada
- Beragam distro berarti beragam pula aplikasi yang di pakai, dan ini berakibat susahnya adaptasi user
Di lain pihak kecenderungan keberagaman distro yang di pakai ini tidak dapat dihindari karena masalah sebagai berikut;
- Beragamnya hardware yang dipasang/dipakai
- Preferensi instalatur/Owner
Dari masalah itulah, saya tergelitik untuk mencoba menganalisa distro apa sih yang sekiranya tepat untuk sebuah warnet, pertama-tama kita perlu mengidentifikasi apa saja yang kita butuhkan di sebuah warnet;
- Billing yang memiliki kemampuan mengakomodasi berbagai macam skema pentarifan (min; paket, standar, flat, discount)
- Tampilan yang simpel, mudah digunakan, bisa di lock sehingga user tidak seenaknya mengubah tampilan yang udah di setting
- Mendukung berbagai macam hardware penting (mis; printer, webcam, sound, bluetooth, scanner, dsb)
- Aplikasi perkantoran (office, PDF reader)
- Aplikasi internet (torrent, web browser, YM!, IRC, downloader, email client, )
- Aplikasi multimedia (pemutar video dan pemutar audio)
- Aplikasi grafis (bitmap, vector)
- Aplikasi utilitas (kompresi, dsb)
Setelah selesai melakukan identifikasi tersebut maka barulah kita menetukan distro yang paling cocok untuk warnet;
DISTRO WARNET TERBAIK
Kandidat untuk distro terbaik terbagi menjadi 2 macam aliran yaitu, aliran mainstream, dan downstream, halah……..
untuk mainstream rata-rata memenuhi persyaratan diatas kecuali no 1, bisa dikatakan tidak ada sama sekali distro mainstream yang menyertakan fasilitas billing terintegrasi di dalamnya. Kandidatnya antara lain;
- openSUSE –> DM default adalah KDE dan GNOME; distro ini menjadi kandidat karena kemudahan pengaturan dan tampilannya yang elegan, selain itu koleksi paketnyapun luar biasa melimpah, ada lebih dari cukup aplikasi yang bisa anda pasang dan atur untuk memenuhi kebutuhan warnet anda. Pilihan desktop managernya pun terbilang lengkap mulai dari fluxbox, hingga KDE4 terbaru. Modul YAST masih tetap menjadi yang terbaik diantara pesaingnya, selain itu openoffice bawaannya terbilang lebih kompatible dengan MS Office terbari sekalipun. Kebutuhan hardware sangat tergantung dari apa yang anda pasangkan, dan pilihan DM yang anda terapkan. Kelemahannya masih tetap, yaitu tidak menyediakan billing terintegrasi dan bagi beberapa orang distro ini dianggap lambat.
- Mandriva –> DM default adalah KDE; versi 2009 bisa dikatakan yang terbaik, tampilan elegan, kalo boleh dibilang, saat tulisan ini di buat adalah salah satu distro yang berhasil menerapkan KDE 4 yang paling stabil. Fungsi dan kemudahan operasional, modul control panelnya sangat baik, menyediakan cukup pilihan DM, selain itu tersedia beberapa versi yang masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Kebutuhan hardware sangat tergantung dari apa yang anda pasangkan, dan pilihan DM yang anda terapkan. Kelemahannya masih tetap, yaitu tidak menyediakan billing terintegrasi dan repositorinya agak susah untuk di dapatkan.
- Ubuntu –> DM default adalah GNOME; saat ini kepopuleran ubuntu sudah mengalahkan distro asalnya, yaitu debian
antar mukanya sendiri mungkin bagi beberapa orang di bilang aneh namun itulah keunggulan gnome, pengaturannya sangat simpel, dan memiliki koleksi repo yang cukup banyak. Kebutuhan hardware cukup tinggi karena tidak menyediakan DM yang ringan, hanya gnome saja. pilihan paket defaultnya sudah cukup baik. Kebutuhan hardware sangat tergantung dari apa yang anda pasangkan, dan pilihan DM yang anda terapkan. Kelemahannya masih tetap, yaitu tidak menyediakan billing terintegrasi dan bagi beberapa orang distro ini dianggap memiliki DM yang “aneh”‘ dan terlalu jauh berbeda dengan tampilan windows. - Slackware –> DM default adalah KDE; sangat sedikit warnet yang mengimplementasikan distro ini, karena walaupun repositorinya berlimpah namun distro ini sangat tidak disarankan untuk pemula karena tingkat kesulitannya, sementara ini sepengetahuan penulis hanya ada 1 warnet yang memakainya yaitu milik om hadi di comal pemalang, yang kabar-kabarnya malah memanfaatkan icewm sebagai DM nya. Bagi yang berminat silahkan hubungi om Hadi di DALnet chanel #awali dengan nick hadi^cml
Untuk yang downstream, pilihannya cukup banyak dan bahkan beberapa sudah memiliki sistem billing terintegrasi. Kandidatnya antara lain;
- Zencafe –> DM defaultnya adalah xfce; distro ini betul-betul di konfigurasi sedemikian rupa untuk kebutuhan warnet, distro ini memiliki paket-paket standar yang lengkap, dan billing terintegrasi dan sistem freeze yang inovatif. Namun konfigurasinya relatif lebih susah, dan karena sifat xfce yang modular mengakibatkan sering terjadinya kekacauan pada desktop yang tidak perlu. Billing ccl sendiri cukup bagus, relatif stabil namun tidak memiliki kemampuan skema pentarifan yang rumit. Entah kenapa untuk module webcam justru memilih gspca dari pada uvcvideo, padahal dari segi ketersediaan webcam di pasar indonesia rata-rata supportnya ke uvcvideo. Kelemahan lainnya adalah anda harus melakukan kompilasi sendiri jika akan menambahkan applikasi yang tidak ada dalam standar paketnya. Terdapat bug pada konsole yang membuat sistem restart dengan sendirinya saat anda menjalankan konsole (pada konfigurasi hardware tertentu-red). Distro ini berjalan kencang di Pentium 2 ram 256 (bayangkan saja jika di jalankan di sistem dual core dengan RAM 2 Gb,…), konfirmasi dari developernya kalo distro ini memang “PC jadul only”
- PCLinux –> DM default adalah KDE; distro ini betul-betul di tune sedemikian rupa tampilannya dan dibuat semirip mungkin dengan vista, bahkan menunya saja menggunakan kbfx bukan standar dari KDE, Distro ini termasuk distro PCLinuxOS merupakan turunan dari mandriva sehingga secara garis besar sama dengan mandriva. PCLinux sudah mempaketkan billing dalam standar paketnya, kalo tidak salah adalah billing CCLfox, sehingga mewarisi kelemahan (pada sisi billing tentunya). Distro ini ideal untuk pemakaian hardware kelas menengah misal P4 dengan RAM 256.
- Pinux –> DM default adalah GNOME; distro ini sempat menonjol pada pertengahan tahun 2007, memanfaatkan kernel RedHat 9 sebagai basisnya namun mengalami perombakan besar-besaran pada sisi tampilan sehingga sangat mirip sengan WinXP. Distro ini memiliki varian yang lengkap untuk sebuah warnet bahkan termasuk servernya. Selain itu terdapat billing khusus untuk distro ini walaupun harus di tebus dengan sejumlah uang. Untuk pilihan paket cukup baik untuk kelas PC Warnet standar, karena memakai kernel lama otomatis memiliki keterbatasan dalam dukungan hardware dan selain itu memakai teknik mondo rescue untuk instalasinya sehingga pendeteksian hardware saat instalasi terhitung “buruk”.
Selain yang di bahas diatas sebetulnya banyak sekali distro yang mungkin diterapkan di warnet, namun hingga saat ini kesulitan terbesar dari setiap distro adalah pemilihan billing yang tepat. Hingga saat ini ada banyak billing internet cafe yang bisa berjalan di linux mulai dari yang bayar hingga gratis, mulai dari yang sederhana hingga sangat rumit. Ada beberapa billing yang mungkin bisa menjadi kandidat untuk anda, diantaranya
- CCLFox; billing yang berbasis pada library fox ini sudah sedemikian populer di linux, tampilannya sederhana, dan memiliki fasilitas yang cukup memadai, skema tarif sangat terbatas, tidak mendukung skema paket dan chat LAN. Menurut saya tampilan di client cukup menganggu karena tidak dapat di minimize di taskbar.
- BioS; billing ini berbasis web dan memiliki interface yang cukup bagus, namun sayang implementasinya di client membuat kita harus mengorbankan firefox untuk dimanfaatkan sebagai tampilan tarif dan durasi.
- Gbilling; aplikasi ini berbasis GTK hingga saat ini baru mencapai versi beta2. secara umum tampilan sudah bagus, dukungan skema pentarifan pun cukup bervariasi. Namun pada beberapa milist sempat muncul isu masalah timer dan data item.
Terlalu beragam? memang itulah indahnya dunia LInux, kesimpulannya ternyata dari distro yang saya bahas, tidak ada satupun yang sesuai dengan keinginan saya, kalo begitu distro apa yang harus anda pilih…
Sumber : HasilUtama.Com
